← Semua Artikel

RuteStrip: Dari Riset Rekomendasi Jalur ke Produk Web

Bagaimana riset SBERT, Content-Based Filtering, dan Cosine Similarity diterjemahkan menjadi aplikasi rekomendasi rute pendakian.

RuteStrip berangkat dari pertanyaan sederhana: bagaimana membantu pendaki memilih rute yang sesuai kemampuan dan preferensi? Jawabannya tidak cukup dengan daftar jalur, karena setiap rute punya karakter, jarak, elevasi, medan, akses, dan konteks pengalaman yang berbeda.

Risetnya memakai Content-Based Filtering dengan SBERT dan Cosine Similarity untuk membaca kemiripan deskripsi rute. Pendekatan ini membantu sistem memahami konteks bahasa, bukan hanya mencocokkan kata kunci yang muncul di teks.

Data GPX dan atribut numerik memberi lapisan tambahan agar rekomendasi tidak hanya berbasis deskripsi. Elevasi, panjang rute, dan informasi jalur membuat hasil rekomendasi lebih dekat dengan kondisi lapangan yang akan dihadapi pendaki.

Saat riset diterjemahkan menjadi produk web, fokusnya berubah dari sekadar akurasi model menjadi pengalaman pengguna. Pengguna perlu memahami kenapa sebuah rute direkomendasikan, apa karakter jalurnya, dan bagaimana membandingkannya dengan pilihan lain.

Pelajaran paling penting dari RuteStrip adalah riset yang bagus perlu antarmuka yang jelas agar bisa dipakai. Model rekomendasi boleh kompleks di belakang layar, tetapi hasil akhirnya harus tetap mudah dibaca, dijelaskan, dan dipercaya.